Beranda / Cerita Kami / Artikel

Mewujudkan Perdamaian Mulai Dari Desa

Informasi yang berseliweran di media dan tidak berdasarkan fakta dan data kerap bisa memunculkan ketegangan. Program Desa Damai yang dicanangkan oleh Wahid Foundation dan UN Women selama dua tahun terakhir ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan informasi hoaks dan mengembangkan toleransi mulai dari akar rumput.

Kabar baik kembali datang dari Jawa Tengah, setelah Gemblegan dan Nglinggi, Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan pada Minggu (3/3) mendeklarasikan diri sebagai bagian dari Desa Damai. Perayaan untuk pendeklarasian ini dilakukan di Balai Desa Jetis yang dihadiri oleh 1000-an masyarakat dan aparatur desa.

Ragam kegiatan dilakukan dalam acara yang bertemakan Gumbreget, Gumbregut, Gumbregah, Gumebyar ini. Mulai dari jalan sehat, pendeklarasian Desa Damai, penandatanganan prasasti Desa Damai oleh Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dan talkshow dengan tema "Mencegah Hoax untuk Membangun Toleransi Antar Umat Beragama dan Berkeyakinan".

Tiga tokoh menjadi narasumber untuk dialog interaktif ini yaitu Mujtaba Hamdi selaku Direktur Eksekutif dari Wahid Foundation, Sigit dari Kesbangpol Klaten dan Gus Marzuky dari KNPI Klaten. “Konsep Desa Damai adalah membangun perdamaian dan toleransi mulai dari akar rumput, untuk itu perlu adanya komitmen dari pemimpin dalam hal ini kepala desa serta masyarakat desa salah satunya adalah dengan membangun kearifan lokal,” papar Mujtaba.  

Mengamini apa yang dikatakan Mujtaba, Sigit Kepala Kesbangpol Klaten menyampaikan masyarakat sejatinya harus lebih awas, jangan mudah menyebar informasi yang belum tentu valid, “Ada pidana untuk orang yang menyebarkan hoax dan itu adalah pidana kurungan dan diatur di UU IT,” tambah Sigit.

Bupati Klaten Sri Mulyani yang juga hadir dalam deklarasi Desa Damai Jetis menyampaikan pesan untuk tetap menjunjung toleransi termasuk dalam pilkades yang sebentar lagi akan diadakan. “Masyarakat harus mendukung dan punya komitmen menjadi contoh buat 298 desa lainnya,” tambah Sri Mulyani.

Pendeklarasian Desa Damai ini mendapat dukungan pemerintah Kabupaten Klaten dan Gubernur Jawa Tengah. Dalam acara yang digelar Wahid awal Februari, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berjanji mereplikasi desa-desa damai ini di desa lainnya di Jawa Tengah.

Dengan dideklarasikannya Jetis sebagai Desa Damai, Jetis menjadi Desa Damai ke 10 dalam program dampingan Wahid Foundation. Sembilan desa lain yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Desa Damai adalah Kelurahan Pengasinan Kecamatan Sawangan Provinsi Jawa Barat Kota Depok, Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor, Desa Gemblegan Kecamatan Kalikotes Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah, Nglinggi Kecamatan Klaten Selatan Kabupaten Klaten, Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Sidomulyo Provinsi Jawa Timur Kecamatan Batu Kota Batu, Guluk Guluk yang berlokasi di Kecamatan Guluk Guluk  Kabupaten Sumenep Propinsi Jawa Timur, Payundan Dundang Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur, dan Desa Prancak yang berlokasi di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. 

Oleh: Ester Pandiangan

Wilayah Program

Partner Kami

Inisiatif  Desa Damai bertujuan untuk mengatasi ancaman radikalisme dengan memberdayakan masyarakat, satu desa pada satu waktu, melalui penguatan kohesi sosial, ketahanan masyarakat, serta meningkatkan kesetaraan sosial dan penghormatan terhadap keberagaman.

Hubungi Kami

Berkolaborasi Dengan